Di depan gedung PBB di Jenewa dipahatkan puisi Sa’di, penyair Persia yang diambil dari Hadits Rasulullah Saw,

“Umat manusia seumpama tubuh yang satu. Bila ada yang bagian yang tertimpa kemalangan, bagian lain akan merasakan penderitaan yang sama. Bila hati tak tergerak karena derita sesama, tak pantas diri ini menyandang nama manusia.”

Menilik semangat puisi Sa’di, Baitul ‘Amal Lisaana Shidqin berniat untuk memberikan kontribusi bagi sebanyak mungkin umat manusia, sesuai dengan kemampuannya. Kami berusaha melepaskan sekat-sekat kelompok, keyakinan, mazhab, bahkan agama. Siapa yang perlu mendapat uluran tangan, layak dibantu.

Begitu juga dalam mengumpulkan donasi. Kami yakin setiap kelompok mengajarkan cinta kasih, kepedulian pada sesama, dan amal sosial yang semestinya. Karena itu, Baitul ‘Amal Lisaana Shidqin membuka pintu seluas-luasnya, bagi siapa pun untuk turut memberikan sumbangsih, dari kelompok mana pun mereka berasal.  Bukankah kita semua ini, sesuai hadis Qudsi dari Tuhan semesta alam: Seluruh makhluk itu adalah keluargaKu. Yang paling Aku cintai adalah yang paling mempedulikan dan memperhatikan yang membutuhkan di antara mereka.