Lisaana Shidqin artinya sebutan yang baik, kenangan yang indah.   Bahasa Inggris yang paling baik untuk makna itu barangkali adalah a good legacy. Kata ini disebutkan dalam doa Nabi Ibrahim as: Tuhanku, anugerahkan padaku kebijaksanaan. Gabungkan aku bersama orang-orang shalih. Jadikan aku termasuk pewaris Surga Na’im. Dan jadikan aku Lisaana Shidqin bagi orang-orang sepeninggalku (QS. Asy-Syu’ara 83-85).

Doa Nabi Ibrahim as ini sangat indah. Inilah doa yang selayaknya kita dawamkan juga. Doa ini mengajarkan kepada kita tahapan-tahapan untuk layak memperoleh surga Tuhan. Pertama, menanamkan dalam diri kita kearifan dan kebijaksanaan dalam memahami semua peristiwa, nikmat dan musibat, dan kepasrahan pada kehendak Allah Swt. Kedua, kita semestinya menggabungkan diri kita dalam majlis orang-orang shalih; dalam majlis orang-orang yang gemar beramal shalih, berderma, bersedekah, dan senantiasa mendekatkan diri di jalan Tuhan. Ketiga, sebelum kita berpulang ke rahmatullah, hendaknya setiap diri meninggalkan jejak yang indah di perahu bumi ini. Janganlah pergi, sebelum namamu dipahatkan dengan tinta emas, kontribusi yang terbaik bagi kemanusiaan dan dunia. Karena itulah, Baitul ‘Amal mengambil nama Lisaana Shidqin sebagai semangat dan misinya. Kami berharap rumah ini menghimpun siapa saja, dari kelompok mana pun mereka berasal, yang berniat untuk meninggalkan kenangan indah bagi generasi setelahnya.

Secara organisatoris, Baitul ‘Amal Lisaana Shidqin merupakan upaya bentukan Inowa Prima Consult, Sekolah Cerdas Muthahhari, dan Yayasan Muthahhari. Ketiga lembaga ini, berikut seluruh karyawan dan civitas academica-nya ingin sama-sama memberikan kontribusi kecil, layaknya burung dalam cerita di atas. Kegiatan yang sudah berjalan selama ini adalah memberikan santunan dan beasiswa bagi murid-murid yang membutuhkan, dan anak-anak yatim di sekitar kegiatan perusahaan dan sekolah. Kami juga mengundang Ibu dan Bapak untuk turut serta meninggalkan kenangan indah di perahu bumi ini.